Pages

Labels

Sunday 1 March 2015

Cari Pemain seperti Apa Dadjang?

Persib Bandung seperti tak pernah puas dengan daftar pemain asing yang mengikuti seleksi. Sudah 12 legiun impor yang sempat mengadu nasib di kandang Maung Bandungterpaksa harus gigit jari karena tak masuk kriteria Pelatih Djadjang Nurdjaman. 

Korban terakhir Djadjang adalah George Menougong. Pemain asing asal Kamerun itu dipulang karena dianggap tak sesuai harapan Djadjang. Hanya dibutuhkan dua hari untuk menilai pemain yang lama berkiprah di Liga Hungaria tersebut. Padahal skillpemain berkepala plontos itu sempat membuat Djadjang terkesima. ”Selama ini pemain seleksi yang datang ke kami (Persib) berbagai kriteria dan berbeda-beda kekurangannya. 

Ada yang tekniknya kurang, skill-nya kurang, fisiknya juga kurang. Kalau George kelihatan kakinya seperti kaku saat gameinternal, jadi saya langsung pulangkan saja,” ujar Djadjang saat ditemui seusai memimpin sesi latihan di Stadion Persib (Sidolig) Ahmad Yani, Bandung, kemarin. 

Pelatih yang biasa dipanggil Djanur ini mengaku telah mengantongi pemain seleksi lain yang tentunya akan dipersiapkan menghadapi Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015. Pemain tersebut bernama Mamadou Diallo, yang cukup lama berkiprah di Liga Prancis. ”Bidikan lain ada, namanya Mamadou Diallo, tapi belum pasti karena baru sebatas penawaran saja. Katanya musim lalu (dia) di Liga Prancis,” ungkap Djanur. 

Manajer Persib Umuh Muchtar mengaku telah menyiapkan pemain seleksi lain yang akan diuji dalam sesi latihan Maung Bandung. Kabarnya pemain tersebut merupakan pemain asing terbaik yang belum pernah ada di Indonesia. Meski begitu, Umuh belum dapat membeberkan siapa nama pemain yang dimaksud. 

”Kesulitan kami mencari pemain asing ternyata membuat Pak Glen (Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat) gerah. Beliau akhirnya turun langsung cari striker. Kita tunggu saja,” tandas Umuh. Selain seleksi pemain, Djanur juga tengah berkonsentrasi mempersiapkan timnya menghadapi leg kedua AFC Cup 2015 menghadapi wakil Myanmar, Ayeyawady United, di Myanmar, Rabu (11/3). 

”Euforia memang diperbolehkan, tapi jangan terlalu lama juga, paling sehari-dua hari bolehlah, begitu juga kalau kalah jangan terlalu larut dalam kesedihan,” ujar Djanur. Bali United Pusam di Gianyar, Bali, Selasa (3/3), akan menjadi gambaran persiapan melawan Ayeyawady. ”Kami tetap tampil serius. Meskipun menghadapi Bali United hanya laga uji coba. Karena pertandingan uji coba tersebut bisa dijadikan ajang ekshibisi terakhir sebelum kami ke Myanmar,” tuturnya.

Muhammad ginanjar

sumber koran-sindo.com

0 comments:

Post a Comment